Jakarta, 26 Agustus 2020- Sebagai upaya mengakselerasi transformasi digital, setelah menginisiasi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital pada 2016 dan Nexticorn (Next Indonesia Unicorn) pada 2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika kini menyelenggarakan Startup Studio Indonesia, program intensif bagi early-stage startupuntuk mengakselerasi skala bisnisnya.

Inisiatif program ini sejalan dengan itikad Presiden Joko Widodo pada Digital Economy Summit 2020 Jakarta, yang menyatakan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memperbaiki ekosistem ekonomi digital, mempermudah sumber pendanaan, mentoring, mempermudah ekosistem kerjasama dengan lembaga investasi dunia serta birokrasi dan regulasi yang kondusif.
Berbeda dengan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang mencari startup pada tahap ideation yang sedang merancang MVP, program Startup Studio Indonesia menargetkan startup pada tahap Angel hingga pre-series A. Harapannya, startup yang difasilitasi dapat mengembangkan skala bisnisnya dengan lebih cepat dengan beragam dukungan yang berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi fundraising, validasi strategi growth marketing, memberikan dukungan technology development, dan menajamkan business skill.
“Sesuai dengan arahan Presiden untuk akselerasi transformasi digital, tak hanya kami menyiapkan talenta digital melalui program Digital Talent Scholarship dan Digital Leadership Academy, kami pun siapkan startup-startup yang dapat menjadi rumah bagi para talenta digital tersebut berkarya untuk menciptakan solusi inovasi baru bagi masyarakat melalui program Startup Studio Indonesia,” ujar Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo





